EVENT BAGUS

BUMI BAGUS PRODUCTION MEMPERSEMBAHKAN:
Drama anak tolak diskriminasi:
“ALADIN, LAMPU KREATIVITAS & TOLERANSI”

GEDUNG SMESCO, Jl. Gatot Subroto no.3, Jakarta

11 Juni 2011

PRODUSER: CECILIA DEWI DAMAYANTI

SUTRADARA: REVITRIYOSO HUSODO

PEMERAN: PELAJAR TK,SD,SMP Asisi Menteng Dalam, Jakarta Selatan

ASISTEN SUTRADARA: JINGGA SHEVA S./DADO KEBONNANAS/INDAH ‘LENONG’ NURMASARI/AAN K.

DOKUMENTASI: ALVES FONATABA

PRODUKSI: BP3 ASISI

RUMAH PRODUKSI:BUMI BAGUS PRODUCTION

Latar Belakang

Dewasa ini berkembasng permasalahan di masyarakat terjadi konflik horizontal yang membenturkan satu orang dengan orang lain, atau satu kelmpok masyarakat dengan kelompok masyarakat yang lain dengan mengatas namakan perbedaan primordial yang dimilikinya , SARA (Suku, Agama dan Ras).

Selain itu, juga berkembang permasalahan ekonomi, dimana terjadi jurang perbedaan kesejahteraan yang semakin membesar yang mengakibatkan masyarakat mudah dihasut dan cenderung lebih temperamental ketika permasalahan keseharian  terjadi karena permasalahan ekonomi sehingga bermuarakan pada sebuah situasi dimana masyarakat mudah dihasut dan diadu domba.

Sementara itu, media seni budaya, dalam hal ini adalah seni drama, adalah media penyadaran yang sangat efektif dalam merubah paradigma berpikir dan mengkomunikasikan moral yang baik kepada masyarakat. Sehingga dengan menggunakan media drama khususnya drama anak dapat menjadi wahana untuk membangun kesadaran yang lebih kreatif dan kesadaran untuk dapat menerima bahkan mendapatkan keuntungan dengan perbedaan yang ada, kunci dari itu semua adalah bagaimana drama dapat menyebarluaskan nilai toleransi.

 

Sinopsis

Sebuah drama anak berdurasi 60 menit yang dibuka dengan adegan tentang aktivitas Aladdin, seorang anak yang pintar, baik hati, agak nakal tapi peduli pada sesama dan memiliki rasa empati yang dalam pada masyarakat yang termarjinalkan.. Arena modal terbatas dan cita-cita yang sangat mulia untuk membahagiakan semua orang, ia melakukan apapun, Ia pun berprofesi sebagai copet di pasar, mencoba menjadi Robin Hood cilik.

Namun gerak geriknya terus dipantau oleh seorg penyihir jahat Jaffar yasng sangat membutuhkan kemampuannya untuk membantu nafsu angkara murkanya dalam menguasai dunia. Kemudian nasib aladdin terjerumus pada situasi yang mencekam, yang berpotensi untuk ditindas atau sebaliknya berhasil mencapai cita-citanya, ketika ia bertemu dengan Jaffar si penyihir jahat. Ia kemudian dipergunakan oleh Jaffar untuk mengambil lampu ajaib yang berisi jin yang dapat mengabulkan semua keinginannya, termasuk dalam menguasai kerajaan. Namun dengan kecerdikannya Aladdin dapat melepaskan diri dari paksaan Jaffar dan menguasai lampu dan jin ajaib. Cerita belum selesai, ketika Sang Penyihir licik kembali menguasai lampu dan jin ajaib dan mencoba untuk meminang sang Putri Raja, Jasmine. Namun niat jahatrnya berhasil digagalkan oleh aladdin dan dengan kekuatan jin tersebut ia berhasil membinasakan kekuatan jahat sang penyihir licik.

Kemudian drama ditutup dengan penggambaran bagaimana Aladdin dan puteri Jasmine menggunakan jin tersebut untuk kebaikan sesama seperti menolong orang sakit, menolong anak miskin yang ingin sekolah, menolong pengusaha kecil yang membutuhkan modal dan lain sebagainya.

Persiapan pertunjukan:

murid2 TK, SD, & SMP Asisi (SD SMP nya Barrack Obama) berlatih keras untuk pertunjukan drama anak.

sosialisasi kepada orang tua murid

Revi sang Sutradara Drama Anak Tolak SARA

Jingga, sang koreographer Drama

 

Drama anak tolok diskriminasi:”ALADIN, LAMPU KREATIVITAS & TOLERANSI”
GEDUNG SMESCO, Jl. Gatot Subroto no.3, Jakarta
11 Juni 2011

____________________

FESTIVAL GUNUNG SALAK


Merupakan festival dua tahunan yang digelar di kaki gunung Salak yang mengangkat isu lingkungan hidup, budaya lokal dan kesejahteraan warga. Festival ini beupa rangkaian kegiatan seperti pertunjukan kesenian lokal yang dikolaborasi dengan kesenian global seperti Pongdut(Jaipong Dangdut), Pertunjukan wayang golek modern dll, workshop-workshop seperti pertanian organik, membuat layang-layang, makanan sehat, dll. dan musyawarah gunung yang berupa sebuah ruang berbagi pengetahuan dari berbagai tokoh adat, tokoh LSM hingga pihak pemerintah setempat.

FGS sudah dilaksanakan dua kali, yaitu pada tahun 2008 dan 2010. Festival Gunung Salak mendapat respon yang positif dari warga setempat, LSM hingga pemerintah Daerah. Melihat antusiasme yang tinggi dari berbagai pihak, maka Bumi bagus berencana untuk menggelar festival ini tiap tahun, mulai tahun 2011.

Teater Anak
Teater Anak
Workshop Membuat Layang-layang
Festival Gunung Salak 2010 / Bagong Rasta
_______________________________

KEGIATAN BUDAYA REGULER


Bumi bagus secara reguler mengadakan berbagai kegiatan kesenian dan pelatihan ketrampilan di bebagai basis masyarakat.

________________

Workshop batik

Workshop batik telah dilaksanakan reguler diberbagai tempat dengan bekerjasama dengan komunitas lokal seperti di Guntur, Manggarai, Mampang prapatan, Utan Kayu, Jaga karsa, dll. (Jakarta), Cihideung Udik, Tangerang, Yogyakarta, dll.

workshop Batik Making
__________________________

Workshop Jamu


Bekerjasama dengan seorang tokoh jamu, Mbak Retno Widati secara reguler terlibat dalam  pelatihan jamu di Kayu Manis, Cihideung Udik (Bogor), Tangerang, Yogyakarta, dll.
Workshop: Jamu (traditional herbal medicine) Making dengan Mbak Retno Widati
________________________

Orasi Budaya

Pertunjukan Kuda Lumping anak
Pop Music Show
 

4 thoughts on “EVENT BAGUS

  1. Salut!!!
    Mas, acaranya jam berapa? Mohon informasi yang lebih lengkap. Thx

    Teriring doa semoga acara sukses.
    Salam Bumi Bagus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s