BERITA SENI & BUDAYA

Green festival in Bogor next month

| Sat, 09/27/2008 11:54 AM

JAKARTA: The first ever urban festival on environmental issues will be held at the foot of Mt. Salak in Bogor from Oct. 16 through 18. Bumi Bagus Production and Institute for Global Justice will organize the Gunung Salak Festival in the village of Cihideung Udik, Ciampea district. The event will coincide with World Food Day on Oct. 16 and International Day for the Eradication of Poverty on Oct. 17. “The festival aims to help local citizen better understand economic globalization, agriculture in developing countries, poverty and global warming,” Revitriyoso Husodo from the steering committee said Thursday. The organizing groups said they hoped to hold the event annually. The festival would bring together local leading figures, students, environmentalists and government officials. — JP

________________

Hari Ini Festival Gunung Salak Digelar

Tribunnews.com – Sabtu, 16 Oktober 2010 07:24 WIB
Hari Ini Festival Gunung Salak Digelar

tribunnews.com
Petani sayur yang memanfaatkan lahan sempit di sela sela tanaman padi di sawah
TRIBUNNEWS.COM – Menyambut Hari Pangan Sedunia dan Hari Penghapusan Kemiskinan Internasional, akan diselenggarakan Festival Gunung Salak 2010 Sabtu (16/10/2010) hingga Minggu (17/10/2010)Acara ini sudah terselenggara sejak 2008 sebagai acara dua tahunan ini mengambil tema “Lestarikan Gunung, Sejahterakan Warga”. Arak‑arakan gunung, penanaman pohon & bersih gunung, workshop pertanian organik dan lomba‑lomba akan menyemarakkan festival ini.Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Perkumpulan Budaya Bumi Bagus bekerja sama dengan Institute for Global Justice (IGJ), Front Kebudayaan Nasional (FKN), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (BEM FKH‑IPB) dan Perkumpulan PemudaDari rilis yang diterima Tribunnews.com, diketahui kaki Gunung Salak merupakan daerah pertanian yang semakin menyempit. Kawasan ini juga mengalami berbagai kerusakan yang bermuarakan kepada melemahnya ketahanan pangan di kota-kota yang disangganya yakni Jabodetabek (Jakarta-Bogor- Depok -Tangerang-Bekasi). Padahal di kawasan ini sebenarnya pertanian organik telah berkembang turun temurun di wilayah ini. Dapat kita jumpai pada perayaan upacara adat Seren Taun, yaitu upacara penyampaian rasa sukur bagi pelimpahan berupa sayuran (kangkung, bayam, katu, cesin, sawi), buah-buahan (jambu air, jambu klutuk, durian, rambutan)  dan umbi-umbian seperti kentang, ubi, talas, bengkuang, singkong (Sikep hejo buah beti) sekaligus pengharapan hasil yang sama di musim tahun depannya. Namun sayang, dewasa ini pengadaan air yang menjadi syarat vital pertanian semakin berkurang sejalan dengan eksploitasi besar-besaran air bersih, sehingga produktivitas hasil pertanian di kaki Gunng Salak turun drastis.
Penulis: Anita K Wardhani  |  Editor: Anita K Wardhani
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
_______________________________________________________

http://bataviase.co.id/node/423411

Warga Bogor Gelar Festival Gunung Salak

18 Oct 2010

Bogor, Pelita Ribuan warga di lereng kaki Gunung Salak, tepatnya di Kampung Cihideung, Desa Cikupa, Kec.Ciampea, Kab.Bogor, Jawa Barat menggelar Festival Gunung Salak 2010, kemarin. “Inti dari acara ini adalah ungkapan rasa sukur kami kepada tuhan yang maha kuasa atas apa yang telah kita terima. Selain itu, momentum ini juga kita harapkan akan mampu menarik wisatawan, sekaligus upaya untuk terus melestarikan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat Pasundan, khusunya yang ada di wilayah Jawa Barat,” kata Koordinator Panitia, Refitrioso Husodo, kemarin. Festival Gunung Salak, yang dirangkai dengan acara peringan hari Pangan Sedunia itu, meski baru akan dimulai pada pukul 08.00 WIB, namun sejak pagi buta ratusan warga yang berada di sekitar Ciampea terus berbondong-bondong datang untuk menyaksikan festival yang katanya hanya digelar dua tahun sekali. “Alhamdulillah acara dua tahun sekali ini, mendapat sambutan luar biasa besar tidak hanya oleh warga yang tinggal di kaki Gunung Salak, tapi banyak juga dari luar daerah bahkan dari mancanegara,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, tampak berbagai ragam atraksi seni dan budaya, seperti Gunung Sinden, Rampak Gendang, makan tumpeng, angklung Gubrak yang dimanikan oleh anak-anak, sampai pameran hasil bumi dan kerjainan rakyat, ikut memeriahkan acara tersebut. “Mudah-mudahan melalui ajang ini, potensi wisata di kaki Gunung Salak yang luar biasa ini, kedepan akan lebih berkembang sehingga akan semakin dikenal luas oleh masyarakat bahkan manca Negara,” ungkapnya.(ugi)
_______________

Ribuan Warga Ciampea Gelar Festival Gunung Salak

Sunday, 17 October 2010 23:50

KORANBOGOR.COM, BOGOR – Ribuan warga di lereng kaki Gunung Salak menggelar Festival Gunung Salak 2010di Kampung Cihideung, Desa Cikupa Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (16/10).

Menurut Koordinator Panitia, Refitrioso Husodo, bahwasannya inti acara ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan yang maha kuasa atas apa yang telah diberikan kepada umatnya. Selain itu, momentum ini diharapkan akan mampu menarik wisatawan, sekaligus upaya untuk terus melestarikan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat Pasundan, khusunya yang ada di wilayah Jawa Barat.

“Alhamdulillah acara dua tahun sekali ini, mendapat sambutan luar biasa besar tidak hanya oleh warga yang tinggal di kaki Gunung Salak, tapi banyak juga dari luar daerah bahkan dari mancanegara,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, tampak berbagai  ragam atraksi seni dan budaya, seperti Gunung Sinden, Rampak Gendang, makan tumpeng, angklung Gubrak yang dimanikan oleh anak-anak, sampai pameran hasil bumi dan kerjainan rakyat, ikut memeriahkan acara tersebut.

“Mudah-mudahan melalui ajang ini, potensi wisata di kaki Gunung Salak yang luar biasa ini, kedepan akan lebih berkembang sehingga akan semakin dikenal luas oleh masyarakat bahkan manca Negara,” harapnya.

Festival Gunung Salak, yang dirangkai dengan acara peringatan hari Pangan Sedunia itu, meski acaranya baru akan dimulai pada pukul 08.00 WIB, namun sejak pagi buta ratusan warga yang berada di sekitar Ciampea telah berbondong-bondong datang untuk menyaksikan festival yang kabarnya hanya digelar dua tahun sekali. (phd)

Sumber: Koran Bogor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s