‘Food Revolution Day Java’; Kampanye Makanan Lokal & Revolusi Jamu

<img src="https://bumibagus.files.wordpress.com/2012/05/400×300-images-stories-2012-liputan-revolution_food-suryaia_ikutan_buat_ice_cream2.jpg” alt=”” title=”400×300-images-stories-2012-Liputan-Revolution_Food-Surya_dan_Cynthia_ikutan_buat_ice_cream” width=”400″ height=”300″ class=”aligncenter size-full wp-image-1023″ />

Nopiyanti/Senin, 21 Mei 2012

Lomba hias tumpeng di gelaran ‘Food Revolution Day Java’/ Foto-foto: Nopi TNOLLomba hias tumpeng di gelaran ‘Food Revolution Day Java’/ Foto-foto: Nopi TNOL

Sabtu 19 Mei lalu, Jalan Kayu Manis Timur No.3, Matraman dipenuhi beberapa anak sekolah dasar, ditambah dengan anak-anak yang berada di lingkungan tersebut dan tamu undangan. Mereka berkumpul untuk menghadiri Food Revolution Day Java yang berlangsung di sana.

Food Revolution Day Java merupakan kampanye komunitas lokal untuk tidak melupakan makanan tradisional Indonesia, khususnya kuliner pulau Jawa yang diolah dengan memperhatikan kesehatan dan keamanan pangan. Acara diselenggarakan Omar Niode Foundation bekerjasama dengan Komunitas Honocoro.

Agenda diisi dengan berbagai acara menarik, mulai dari mengenal sayuran tradisional dan bahan pangan alami, termasuk jajanan pasar bersama Helianti Hilman. Informasi keamanan makanan di rumah, belajar membuat es krim jamu, mengenal dapur Mama Thia bersama Cynthia Lamusu, lomba hias nasi tumpeng bersama Puteri Indonesia Pariwisata, Alessandra Khadijah Usman dan demo masak oleh Chef Vindex.

Nasi liwet, hmm yummy!Nasi liwet, hmm yummy!Menurut Ketua Omar Niode Foundation Amanda Katili, Omar Niode Foundation bekerjasama dengan berbagai pihak mendukung kegiatan komunitas untuk pendidikan dan peningkatan kepedulian masyarakat tentang pertanian, pangan dan kuliner Indonesia.

“Food Revolution Day digagas Jamie Oliver Foundation merupakan sarana inspirasi dan informasi melalui gerakan sosial media. Dengan adanya Food Revolution Day Java diharapkan lebih banyak orang di mancanegara mengenal makanan tradisional Indonesia yang sehat,” jelas Amanda.

Amanda pun berinteraksi dengan anak-anak. Dia melakukan tanya jawab dengan anak-anak mengenai kuliner Indonesia, terutama dari Pulau Jawa. Amanda mengarahkan anak-anak agar melihat makanan yang berada di sisi pojok kanan mereka. Di sana sudah ada nasi beralaskan daun pisang dicampur ayam suwir, potongan ampela, setengah telur dan sedikit diberi santan.

Surya dan Cynthia ikutan buat es krimSurya dan Cynthia ikutan buat es krimOtomatis, anak-anak segera melihatnya. Mereka pun menebak-nebak apa nama makanan tersebut dan dari daerah mana. Diantara mereka ada yang menyebutkan nama-nama daerah, sayang belum tepat. Amanda menjelaskan, kalau makanan itu adalah Nasi Liwet dari Solo, Jawa Tengah. Disamping Nasi Liwet, ada peracik makanan dari telur, beras ketan, ebi yang dimasak dalam penggorengan kecil dengan perapian dari tungku dan arang.

Lalu ditaburi kelapa yang telah disangrai dan bawang goreng. Mengenai menu ini, anak-anak sudah mengetahui itu adalah Kerak Telor lantaran tercantum di depan pembuat makanan tersebut.
Mereka pun mengetahui, makanan dari daerah mana karena sering melihatnya. Terlebih ketika perayaan ulang tahun Jakarta, menu satu ini selalu beredar sehingga mudah ditemukan.

Selain dikenalkan tentang makanan tradisional, anak-anak mendapat pengetahuan tentang sayur-sayuran dan jajanan pasar dari Helianti Hilman. Mereka diperlihatkan langsung dan mendapat pengetahuan agar memilih jajanan menyehatkan dan tidak tergiur dengan warna-warna indah serta menarik lantaran terbuat dari bahan pewarna.

Retno (baju hitam) dan AmaliaRetno (baju hitam) dan AmaliaHelianti mengatakan, pewarna yang bagus adalah dari bahan alami yang bisa diperoleh dari tanaman atau pangan di sekitar kita seperti warna ungu di kue bisa diperoleh dari ubi ungu. “Bisa juga dari bunga teleng dan warna merah dari kayu secang,” ucapnya.

Selain itu, Helianti menuturkan, padi-padian di Indonesia memiliki beragam warna pula. Antara lain warna pink, hitam dan merah. Warna tersebut terjadi secara alami, bukan karena pewarna buatan. “Dulu di Indonesia banyak padi-padian. Ada sekitar 7 ribu, sekarang jarang ditemukan karena sudah tidak dikonsumsi lagi,” terangnya.

Dari sisi es krim jamu, Komunitas Honocoro menampilkan langsung bagaimana cara pembuatan es krim. Sampai-sampai Surya Saputra, Cynthia Lamusu dan Alessandra Khadijah Usman ikut-ikutan mengaduk-aduk jamu menjadi es krim.

Pengagas Komunitas Honocoro, Retno Widati menjelaskan, es krim jamu adalah salah satu cara menarik generasi muda agar mengenal pengetahuan tradisional tentang rempah-rempah sehat.

Duet Surya dan CynthiaDuet Surya dan Cynthia”Revolusi jamu, artinya jamu bisa dibuat es krim sehingga anak-anak kecil maupun kalangan dewasa tidak takut dengan jamu alias menjadi suka dengan jamu,” ucap Retno.

Hal yang sama dikatakan Humas Komunitas Honocoro, Revitriyoso Husodo. Menurut Revi, selama ini orang mengenal jamu pahit dan tidak enak ditelan. Akibatnya, orang enggan mengonsumsi.

“Jadi jamu perlu revolusi, perubahan cepat secara mendasar. Revolusi jamu harus enak dan menarik seperti es krim jamu,” papar Revi.

Tak kalah menarik adalah lomba menghias tumpeng. Peserta sangat antusias mengikuti, apalagi juri adalah orang-orang ahli di bidangnya. Penilaian lomba hias tumpeng berdasarkan kerapian, keserasian. Sebagai pemenang adalah Erna dan Erni. Mereka menghias tumpeng secara apik dan menarik. Pucuk tumpeng diberi hiasan Bendera Merah Putih sehingga menjadi nilai tambah bagi mereka.

Pemenang lomba tumpeng foto bersamaPemenang lomba tumpeng foto bersamaPemenang mendapat berbagai macam hadiah yang diserahkan Chef Vindex Tengker, Alessandra Khadijah Usman, Surya Saputra dan Cynthia Lamusu. Dalam kesempatan itu, chef Vindex tak lupa melakukan demo masak.

Acara semakin menarik dengan duetnya Surya Saputra dan sang istri. Mereka membawakan beberapa lagu semisal Mau Dibawa Kemana kepunyaan band Armada dan Alamat Palsu yang didendangkan Ayu Tingting.

Ketika menyanyi, mereka berdua tak sungkan melibatkan penonton untuk nyanyi bersama. Bahkan, ada penonton menyanyi sambil menggendong anak. Ada pula yang tak malu maju ke panggung. Di sesi itu, Cynthia dan Surya mengenalkan resto online mereka bernama ‘Dapur Mama Thia’. Resto menjual makanan tradisional dari Sulawesi, Jawa dan Betawi. (Sbh)

sumber: http://www.tnol.co.id/id/onthespot/13724-food-revolution-day-java-kampanye-makanan-lokal.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s