“Hijau Rumahku, Hijau Bumiku” (Malam Peringatan Hari Perlindungan Lapisan Ozon Sedunia, 16 September 2011)/Bumi Bagus Production

I. LATAR BELAKANG

Keniscayaan berkembangnya lapisan biosfer dibumi ditentukan oleh keberadaan lapisan ozon. Lapisan ini adalah semacam tameng yang menyelimuti bumi pada ketinggian antara 17 Km hingga 40 km yang penyerap radiasi pancaran ultra violet (UV) matahari untuk tidak langsung menyentuh permukaan bumi. Apabila lapisan ini menipis maka akan terjadi suatu kondisi global yang disebut sebagai efek rumah kaca, karena UV akan langsung menghujam bumi dan terjadi kenaikan suhu bumi. Apabila hal ini terjadi terus menerus dan peningkatan suhu cukup signifikan, maka akan terjadi kiamat ekologis bagi lapisan biosfer: pelelehan es kutup dan ketinggian permukaan air laut akan meningkat; banyak pulau akan tenggelam, terjadi perubahan musim.
Dan perkembangan lapisan biosfer telah sampailah pada tingkatan dimana mikro organisme berkembang menjadi makhluk berpikir yang paradoksnya merusak lapisan yang membuatnya ada. Dan dorongan kesadaran berfikir kembali mencounternya distorsi yang terjadi kembali menuju kemana kehidupan berkembang. Maka PBB meresponnya dengan mengeluarkan resolusi 94/1994 pada sidang umumnya pada 16 September 2004 yang pada pokoknya merupakan kesepakatan umat manusia untuk melindungi lapisan ozon dengan diperkuat dengan Montreal Protocol yang dengan tegas menyatakan penghapusan bahan yang merusak ozon seperti aerosol seperti parfum Spray, hair spray , bahan-bahan pendingin ruangan hingga bahan pemadam kebakaran, CFC, Carbon Tetra Chloride-TCT, Tri Chlorotane-TCA.
Media Seni, Sastra, Dan Penghargaan Yang perlu Dihargai
Saat semua mata terarah kepada Indonesia dalam kaitannya dengan upaya global melindungi lapisan ozon, “Hutanku Meratap”/”My Forest’s Tears” , sebuah film pendek karya sastrawan A Slamet Widodo berkolaborasi dengan seorang pemusik etnik, Rizaldi Siagian dan organizer seni pertunjukan ,

Slamet Gundono/ sorce: gamelan.org.nz

Slamet Gundono/ sorce: gamelan.org.nz

Margesti telah memperoleh penghargaan The World Bank’s Program on the Social Dimensions of Climate Change “VULNERABILITY EXPOSES“ Micro Documentary Film Contest 2009 dan Asia Oceania New Comer Award 2009 (Japan Wildlife Film Festival.
Maka ada kebutuhan untuk menggelar sebuah rangkaian kegiatan seni budaya yang berskala nasional dan internasional dalam memperingati Hari Perlindungan Lapisan Ozon Sedunia tahun ini sebagai bentuk kepedulian akan lingkungan sekaligus mengapresiasi karya para pekerja seni yang telah mendapatkan penghargaan dunia dalam mewartakan permasalahan dan solusi perihal lingkungan hidup saat ini: penipisan lapisan ozon!

II. DASAR PEMIKIRAN

Terhubung dengan Latar Belakang di atas, kami menyusun rangkaian kegiatan seni budaya penyadaran publik yang bertajuk “Hijau Rumahku, Hijau Bumiku” Proyek-proyek tersebut meliputi berbagai proyek seni dan penetrasi media massa yang berskala lokal, nasional, regional dan internasional.

III. TUJUAN
Menyampaikan kepada masyarakat luas (menjadi isu nasional & internasional) tentang ancaman dan solusi fenomena pemanasan global menggunakan media sastra dan video dokumenter karya A Slamet Widodo pada momentum Peringatan Hari Perlindungan Lapisan Ozon Sedunia, 16 September 2011.
IV. TARGET
• Tersampaikannya permasalahan dan solusi pemanasan global pada masyarakat luas.
• Terapresiasikannya karya-karya dan penghargaan yang telah diraih kepada para pimpinan instansi pemerintah, para duta besar, perusahaan yang berkaitan dengan dan masyarakat luas.

V. TEMPAT DAN WAKTU
Tempat: Freedom Institute, Jakarta, Jl. Proklamasi 41, Jakarta (seberang Tugu Proklamasi)
Waktu: 15 September 2011, 19:00-20:45

VI. ROUNDOWN ACARA
19:00-19:15 Sambutan Tuan Rumah (Freedom Institute) dan Panitia Pelaksana (Bumi Bagus)
19:15-19:30 Kuliah Umum:
19:30:19:45 Pemutaran Film: “Hutanku Meratap”/”My Forest’s Tears”
19:45-20:00 Pembacaan Puisi & Performance Art Jose Rizal Manua
20:00-20:45 Acara Puncak Kolaborasi Suluk Ozon: “Hijau Rumahku, Hijau Bumiku”
: Slamet Gundono
VII. PENGISI ACARA

a. Slamet Gundono (Pertunjukan Wayang Ozone)
b. Jose Rizal Manua & Teater Tanah Air
c. Slamet Widodo

VIII PELAKSANA

Perkumpulan Budaya Bumi Bagus / Bumi Bagus Production

Pemrakarsa: Revitriyoso Huodo

Ketua Panitia: Titi Margesti Ningsih (Teater SAE & Teater Abu)

Koordinator Produksi: Herman Sepu (Teater Bunga)

Koordinator Media: Tutut Herlina & Teguh “Ali Topan” Esha

Panitia Pelaksana: Lis A, Kuswandari Suwandi, Yusuf Maulid

One thought on ““Hijau Rumahku, Hijau Bumiku” (Malam Peringatan Hari Perlindungan Lapisan Ozon Sedunia, 16 September 2011)/Bumi Bagus Production

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s