JOHN “DARAH JUANG” TOBING / DARAH “JOHN TOBING” JUANG

Bak Blindspot dunia seni dan gerakan, seakan sosok John Tobing tiada pernah benar-benar ‘terdeteksi” oleh peta seni politik saat ini. Johnsony Marhasak Lumbantobing atau lebih tenar dipanggil John Tobing, adalah sosok pekarya seni dan pejuang revolusioner yang karyanya dan sepak terjang aktivitasnya dikagumi dan digandrungi oleh jutaan aktivis dalam dan luar negeri, namun berbed cerita sukses Iwan Fals atau Harry Rusli, sosok dan nasibnya hanya diperhatikan oleh sangat sedikit orang. Terlahir di Binjai, Sumatera Utara, 1 Desember 1965, sebagai raja dari marga Tobing dan dikemudian hari menjadi salah satu pentolan gerakan mahasiswa angkatan 80an. Hingga saat ini ia bersama istri dan tiga anaknya hidup sederhana dan cenderung kekurangan untuk ukuran hidup layak di Yogyakarta. seperti masih berhadapan dengan permasalahan menunggak bayar kontrakan rumah, misalnya. Apalagi setelah terserang stroke ringan, ia relatif tidak dapat beraktifitas yang menguras tenaga dan pikiran.

Ia adalah sosok unik dalam gerakan di negerinya, sebagai pekarya seni dengan karya lagu berjumlah ratusan baik bergenre balada, pop, himne, rock, hingga lagu anak-anak sekaligus sebagai penggerak gerakan mahasiswa. Karena kegigihannya dalam menolak penindasan dari rezim saat itu, ia didaulat oleh rekan-rekan aktivis mahasiswa saat itu untuk memimpin berbagai organisasi mahasiswa semasa kuliah di Fakutas Filsafat Universitas Gadjah Mada.

  1. b.     Karya-karya Bersejarah

Karya-karya besar John Tobing bukanlah terlahir demikian saja. Mereka terlahir dan berbiak di setiap relung hati para aktivis karena tepat menjadi semacam soundtrack peristiwa sejarah pembentukan sebuah negara untuk menjadi lebih baik, manusiawi. Dengan rendah hati dia paparkan proses penciptaan dan latar belakang sosial politik yang membentuk sehingga karya tersebut terlahir dan hal ini akan dapat memudahkan kita membayangkan betapa lagu-lagu itu sangat bermakna.

Salah satu karya John yang menjadi lagu wajib setiap aksi massa selama 20 tahunan terakhir ini, namun belum pernah di rilis adalah lagu “Darah Juang” diciptakan menjelang kongres I Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (FKMY) pada tahun 1991. Hingga runtuhnya Goliath politik Indonesia saat itu, karya-karya monumental lainnya hanya berserak di jalan dan tiada pernah masuk dapur rekaman untuk kemudian dipresiasi dengan baik oleh nasion ini, nasion ini benar amnesia akan sejarah nampaknya.

DAFTAR  LAGU-LAGU JOHN TOBING

Lagu # 1: API KESAKSIAN, Yogya,  November 1990

Lagu # 2: LEWAT TENGAH MALAM, ?

Lagu # 3: DARAH JUANG, Yogya, 1991

Lagu # 4: BENCANA ALAM, Jakarta,?

Lagu # 5: MAAF, Yogya, oktober 1989

Lagu # 6: YANG KESEPIAN, Yogya,  April 1992

Lagu # 7: SAMPAI MATINYA, Yogya, pebruari 2011

Lagu # 8: HANGAT CINTAMU, Yogya, September 1994

Lagu # 1: API KESAKSIAN

 

Untuk Indonesia  kami sembahkan

Sebuah lagu penuh panggilan bhakti

Demi demokrasi rakyat negeri

Untuk Indonesia kami sembahkan

Untuk Indonesia kami tumpahkan

Keringat dan darah tuk membebaskan

Rakyat yang ditindas dan sengsara

Untuk Indonesia kami terus maju

Reff.

Walau rintangan slalu menghadang

Tapi perjuangan tetap tak mungkin padam

Yogya,  November 1990

Lagu # 2: LEWAT TENGAH MALAM

Kekasih, datanglah lagi dipagi ini sebelum pergi

Kekasih, bayangan dirimu tak mau lepas saat kubangun

Kucari dirimu

Kucari dirimu

Kekasih, tetaplah disini  temani sepiku  usir rinduku

Kekasih, bernyanyilah lagi  tersenyumlah lagi

Lepaskan tawamu

Kuingin kau slalu disamping diriku

Reff.

Kalau malam kusendiri

Tak tahulah aku

Kalau jiwa kian letih

Kudambakan belai sayangmu

Kupanggili engkau kekasihku

(belai ku kekasih…  diulang-ulang)

Lagu # 3: DARAH JUANG

Disini negeri kami

Tempat padi terhampar

Samudranya kaya raya

Tanah kami subur, Tuhan

Di negeri permai ini

Berjuta rakyat bersimbah luka

Anak kurus tak sekolah

Pemuda desa tak kerja

Reff.

Mereka dirampas haknya

Tergusur dan lapar

Bunda, relakan darah juang kami

Tuk membebaskan rakyat

Mereka dirampas haknya

Tergusur dan lapar

Bunda, relakan darah juang kami

Padamu kami berjanji

Yogya, 1991

Lagu # 4: BENCANA ALAM

 

Jaga-jagalah saudara

Jabat – jabatlah Saudara

Hidup harus berlanjut

Hidup terus berlanjut

Bencana datang dan pergi

Saudara pergi dan datang

Alam telah memberi pesan

Petuah hidup lestari

Reff.

Bencana terus akan datang

Tsunami, banjir, badai, gempa

Perubahan iklim dan senjata nuklir

Ada manusia yang miliki dunia

 

Jakarta,?

Lagu # 5: MAAF

Malam ini, terbayang dirimu

Sepasang matamu menatapku

Kau dengarlah  senandung laguku

Sebuah kerinduan kepadamu

Reff.

Kutuliskan ini

Sbagai permohonan  maafku padamu

Sbab kesalahanku

O dengarkanlah  semua keresahanku

Penyesalan ini tulus murni

Tersenyumlah, tersenyum kekasih

Kutakut kau marah kepadaku

Kuberjanji  tak kan mengulangi

Menyakiti lagi, kuberjanji

Yogya, oktober 1989

Lagu # 6: YANG KESEPIAN

Seorang muram mengaduk selangit beban

Sambil menepikan mayatnya

Bareng ombak terakhir yang kandas di pantai terasing

Kekalahan,  adalah jeda-jeda dari kalimat panjang kemiskinannya

Kesalahan, adalah kesimpulan akhir sebuah lelucon tentang ijazah

Peradaban yakini ketakpunyaan

Dan tunduk pada kemenangan

Bapa kebebasan tak serius kawini ibu deritanya

Untuk lalu mengerti sebuah revolusi

Reff.

Sedang semua Tuhan telah ia kuburkan

Bersama harta-harta doanya

Tinggal gairah bisu bisa ia tuliskan

Pada tong-tong sampah atau dinding-dinding kakus

Sebuah matahri sebuah bumi dan haha… haha…

Lalu perubahan dia bungkus rapi

Sebagai surprise mimpi  oo..o  .. la.. la..la

Inilah celakanya hidup di pertiwi tinggal kandas

Yogya,  April 1992

Lagu # 7: SAMPAI MATINYA

Banyak buruh tani

Tak puya tanah

Sampai matinya

Hidup dalam mimpi

Barisan buruh pabrik

Jutaan pengangguran

Sampai matinya

Hidup dalam mimpi

Reff.

Mereka semua pernah punya cita-cita

Ingin merdeka dan mengatur hidupnya sendiri

Kitapun sama

Berjuang untuk bebas

Kita memang bebas dan kaya

Begitu kita dan celakalah mereka

Yogya, pebruari 2011

Lagu # 8: HANGAT CINTAMU

Saat beban gundah

Menatap cobaan

Jalanan berliku

Bertebar rintangan

Menjerat  bayangan suram

Reff.

Lembut  terasakan belalian

Senandung berlagu hadirkan kedamaian

Hangat cinta kasihMu   Tuhan

Surya mulai jatuh

Rembang-remang petang

Lamunan betlabuh

Surut di dekapan

Atas pangkuanMu

Tenang…

Yogya, September 1994

 

 

 

 

Lampiran:

BEBERAPA JUDUL LAGU KRITIK SOSIAL dan PERJUANGAN

No.

Judul Lagu

Tempat/ Tahun Pembuatan

Syair – Lagu Ciptaan

1

Damailah Yogya, Maret 1987 Syair : FX. Rudy Gunawan, Lagu : John Tobing

2

Perdamaian Yogya, Maret 1987 Syair : FX. Rudy Gunawan, Lagu : John Tobing

3

Damai Rimbaku Yogya, Mei 1987 Syair & Lagu : John Tobing

4

Seorang Lelaki Yogya, April 1988 Syair : Yayan Sopyan  Lagu : JohnTobing

5

Perkisahan Luka Yogya, 12 Agustus 1988 Syair : Yayan Sopyan  Lagu : John Tobing

6

Soeharto Asoe Yogya, April 1990 Syair : Chaidir  Lagu : John Tobing

7

Satu Kata Yogya, 5 Mei 1990 Syair & Lagu : John Tobing

8

Hati Nurani Yogya, September 1990 Syair : (potongan puisi angkatan ’66) Lagu : John Tobing

9

Luka Anak Negeri Yogya, Nopember 1990 Lagu : John Tobing

10

Api Kesaksian Yogya, Nopember 1990 Syair & Lagu :John Tobing

11

Bangkit Yogya, 1991 Syair : Dadang Juliantara
Lagu : John Tobing & Weby Warouw

12

Cadas Yogya, Oktober 1991 Syair : Agung Wibawanto, Lagu : John Tobing

13

Hymne Darah Juang Yogya, 1991 Syair: Dadang Juliantara, Budiman Sujatmiko
Lagu : John Tobing

14

Mars Soempah Kita Yogya, 26 Oktober 1991 Syair & Lagu: John Tobing

15

Mogok Makan Yogya, 13 Nopember 1991 Syair & Lagu : John Tobing

16

Yang Kesepian Yogya, April 1992 Syair : Waluyo Jati, Lagu: John Tobing

17

Doa Yogya, April 1992 Syair & Lagu : John Tobing

18

Bangkit Dari Kolong (Pak Dul) Yogya, 21 Juli 1992 Syair : Agung Wibawanto, Lagu: John Tobing

19

Seorang Ibu Yogya, 23 Agustus 1992 Syair : Waluyo Jati Lagu : John Tobing

20

Aku Saksi Hidup Yogya, 28 Oktober 1992 Syair : Agung Wibawanto,  Lagu : John Tobing

21

Naruda Bira Yogya, 11 Nopember 1992 Syair: Subramaran Anugrah, Lagu : John Tobing

22

Makin Banyak Korban Yogya, 29 Agustus 1993 Syair & Lagu : John Tobing

23

Sengi Yogya, 13 Oktober 1993 Syair & Lagu : John Tobing

24

Citayam Yogya, Nopember 1993 Syair : Widi Lagu : John Tobing

25

Fajar Merah Esok Milikmu Yogya, 14 Agustus 1994 Syair : Weby Warouw Lagu: John Tobing

26

O Rai Timor Depok, 14 Nopember 1994 Syair : Hermeningardo, Lagu : John Tobing

(Pekanbaru, John Tobing 2006)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s