Kumis Kucing (Tanaman Teh Ginjal)

Keuntungan:

Tanaman cangkokan basah ini memiliki bunga putih mirip dengan kumis kucing. Tanaman teh ginjal atau tanaman teh Jawa ini memiliki beberapa nama lokal seperti giri-giri marah (Sumatera), remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur), dan songot koneng (Madura). Tanaman ini dapat digunakan untuk menyembuhkan radang ginjal (nefritis), diabetes, albuminuria, neuritis dan sifilis. Selain itu, tanaman ini dapat berfungsi sebagai katalisator untuk senyawa lainnya. Di Indonesia, masyarakat menggunakan daun keringnya secara mudah untuk memperlancar pengeluaran air kencing (diuretik), sedangkan di India digunakan untuk mengobati rematik. Masyarakat menggunakan tanaman teh sebagai obat ginjal tradisional untuk menyembuhkan rematik, demam, dan sembelit.

Penanaman

Sejak 1989, kumis kucing atau tanaman teh ginjal telah dibudidayakan baik secara konvensional maupun organik di lereng Pangrango, Gede, dan seputar gunung Salak, di daerah Jawa Barat untuk memenuhi persyaratan industri farmasi dan jamu dalam negeri.

Pembudidayaan konvensional dengan menggunakan pupuk buatan pabrik, seiring dengan peningkatan kesadaran petani pada penggunaan pupuk organik, secara bertahap diganti dengan menggunakan pupuk organik karena cara ini dapat memperbaiki kerusakan struktur tanah, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan kualitas produk meskipun kuantitas produk kurang.

Pemasaran

Pusat produksi dan pengolahan tanaman kumis kucing terletak di desa Bedogol, Lido, Sukabumi, Jawa Timur. Petani di daerah ini berhimpun dalam wadah koperasi bernama Kopaghortoi (Koperasi Hortikultura dan Tanaman Obat Indonesia). Bersama-sama dengan koperasi tanaman obat lain di tempat lain, mereka membentuk pusat koperasi yang disebut Koperasi Tanaman Obat Jawa Barat. Sekarang anggotanya mencapai 250 orang petani dengan luas tanaman 80 hektar di sekitar pegunungan Gede, Pangrango dan Halimun, Salak. Hasil panen telah mencapai lebih dari 10 ton daun kering setiap bulan dan akan meningkat dngan semakin banyaknya petani yang tergabung dalam koperasi tanaman obat.

Koperasi mengkoordinasikan seluruh anggota dalam perencanaan produksi, pengolahan pasca-produksi dan pemasaran hasil produksi. Mereka membangun pengaturan pasar secara adil dan transparan di mana anggotanya menjadi penyumbang utama dari sistem pemasaran. Sampai saat ini, sebagian besar hasil panen dijual di pasar lokal. Namun demikian, koperasi telah mulai meneliti pasar luar negeri dan mencari mitra pembeli potensial di luar negeri. Baru-baru ini koperasi telah mampu meningkatkan harga jual tanaman teh ginjal organik di pasar lokal dari Rp 0,8 per kg hingga USD 1,5 per kg, dengan tingkat kelembaban berkisar 17-20%.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s