Aktualisasikan Kebangkitan Nasional

Sekumpulan suku bangsa yang berserakan di sepanjang kepulauan Nusantara menyatakan diri tergabung dalam kesatuan bangsa Indonesia sejak 1948. Hari berdirinya Boedi Oetomo-sebuah organisasi pribumi penentang kolonialisme Belanda di puncak penindasan paham liberalisme Barat pada 20 Mei 1908-dijadikan tonggak ikrar kebangkitan sebuah bangsa yang merdeka, berdaulat, maju, adil, dan makmur sejajar dengan bangsa lain di muka bumi.

Pada 20 Mei 2010 atau 62 tahun setelah ditetapkannya Hari Kebangkitan Nasional, Indonesia terlibat dalam berbagai kesepakatan blok perdagangan (Free TYade Agreement/FTA) manca negara yang belum tentu menguntungkan rakyat. Malah boleh dikatakan bangsa ini mengalami kemunduran tajam dalam membumikan kata kebangkitan nasional.

Saat ini terjadi pemiskinan sistemik yakni penurunankualitas kesehatan dan pendidikan. Hal ini dikarenakan praktik sistem demokrasi liberal yang dijalankan mengharuskan persaingan murni tanpa semangat solidaritas sosial, baik di tingkat pemerintahan maupun gerakan rakyat yang keduanya mewakili kepentingan masyarakat secara komunal. Semua itu diniscayakan oleh paham individualisme.

Oleh karena itu, Front Kebudayaan Nasional menyerukan kepada semua pihak untuk mengaktualkan kebangkitan nasional. Hal ini dapat dilakukan melalui sema-ngat solidaritas sosial dan gotong-royong memperjuangkan kepentingan rakyat. Bangun ekonomi melalui industrialisasi nasional dan semangat mencintai produk Indonesia!

Revitriyoso Husodo
Koordinator Front Kebudayaan Nasional

Sumber: Opini Bisnis Indonesia, 21 Mei 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s