HARI BURUH SEDUNIA – Kawat Berduri Tak Halangi Aksi Kreatif

KOMPAS.com/Caroline Damanik


Aksi teatrikal para buruh dari Front Kebudayaan Nasional di depan Gedung MPR/DPR, Sabtu (1/5/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com – Bagaikan kawat gigi, kawat berduri menghiasi bagian depan kompleks Gedung MPR/DPR, Sabtu (1/5/2010). Kawat berduri membentang sepanjang 300 meter dari jembatan penyeberangan hingga hampir ke depan kompleks Kementerian Kehutanan.

Kawat berduri itu dipasang untuk menghambat gerak maju para pengunjuk rasa pada Hari Buruh. Dengan demikian, para pengunjuk rasa hanya tidak bisa mendekati langsung pagar gedung Dewan yang setinggi 5 meter.

Hingga berita ini diturunkan, tercatat sudah tiga komunitas buruh yang menggelar unjuk rasa, yaitu Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia, Front Kebudayaan Nasional, dan Jaringan Kerja Layak Pekerja Rumah Tangga (Jakerla PRT).

Jika Aspek Indonesia dan Jakerla PRT mengisi unjuk rasa dengan orasi, Front Kebudayaan Nasional menempuh jalan berbeda. Mereka justru menggelar aksi teatrikal menolak neoliberalisme dan kebijakan Free Trade Agreement. Aksi teatrikal menunjukkan ketidaksiapan Indonesia dalam mengikuti kebijakan ini malah merugikan para buruh.

Selain itu, mereka mengusung boneka ogoh-ogoh bertangan banyak yang bertuliskan ‘FTA Penindas Buruh’. Kondisi lalu lintas di Jalan Gatot Subroto pun masih lancar. Belum ada kepadatan lalu lintas yang signifikan.

Sumber: Kompas.com, 1 Mei 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s